ADDRESS

Wisma 46 - Kota BNI, Ground floor Jl. Jend. Sudirman kav. 1
Jakarta Pusat 10220

RESERVATION

OPENING HOURS

Mon - Sat: 11:30 - 23:00

​​Sun: Close

FOLLOW US

  • Facebook
  • Instagram
  • Fonzu Twitter
  • 顧問社会のアイコンをトリップ
  • YouTube

CALL 021 2514722
WhatsApp 081 7772120

©2018 Fonzu Premium Hokkaido Beer En All Rights Resarved.

Produced by H2M

Nutrisi dan manfaat daging domba (lamb)

Alasan mengapa dikatakan menyehatkan bagi manusia?

Dalam kesempatan ini akan dijelaskan mengenai nutrisi serta manfaat dari daging domba (lamb). Dalam beberapa tahun terakhir ini daging domba (lamb) yang digunakan dalam masakan khas Hokkaido yaitu “Genghis Khan (Jingisukan)” mulai meningkat popularitasnya.

 

“Daging lamb” disini merupakan daging domba yang berasal dari domba berusia dibawah 1 tahun dan memiliki ciri khas yang tidak berbau dan tekstur daging yang lembut. Namun untuk “Mutton” adalah daging domba yang berasal dari domba yang berusia diatas 1 tahun, dan domba yang semakin bertambah umurnya akan semakin kuat aroma khas dari dagingnya.


 

Di Jepang sendiri terdapat juga daging domba (lamb) yang berasal dari pasar lokal, namun mayoritas daging domba (lamb) yang beredar diimpor dari Australia dan New Zealand.

 

Jika dibandingkan dengan daging lain, daging domba (lamb) lebih menyehatkan bagi tubuh manusia dan cocok untuk diet. Namun daging domba (lamb) merupakan makanan yang mengandung lemak, bagaimana bisa dikatakan sebagai makanan yang cocok untuk diet, dan bagaimana dengan manfaat yang didapat dari daging domba (lamb) tersebut?

 

Untuk menjawab hal tersebut mari simak bersama mengenai nutrisi dan manfaat dari daging domba (lamb).

Nutrisi yang terkandung dalam daging domba (lamb)

- Serta perbandingan antara daging sapi dan babi

Sebelum membahas nutrisi dan manfaatnya, mari simak grafik diatas yang menunjukkan kandungan nutrisi dalam daging domba (lamb).

 

Dalam nutrisi daging domba (lamb) yang perlu diperhatikan adalah kandungan lipid (lemak) dan zinc (seng). Selain itu kandungan protein terbilang cukup banyak dan juga memiliki beberapa kandungan vitamin yang diperlukan oleh tubuh kita.

 

Jika kita bandingkan dengan daging lain, kandungan protein dalam daging domba (lamb) ternyata lebih banyak dari daging babi dan kandungan mineral seperti zinc dan zat besi melebihi kandungan dari daging sapi.

 

Untuk vitamin B1 lebih sedikit jika dibandingkan dengan daging sapi, namun untuk kandungan vitamin B2 melebihi daging babi dan juga daging sapi.

 

Walau cenderung dihindari untuk dikonsumsi karena memiliki bau yang khas, namun daging domba (lamb) ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan daging babi dan daging sapi. Selanjutnya akan dijelaskan mengenai nutrisi dan manfaatnya dan juga mengenai nutrisi lainnya yang tidak disebutkan dalam grafik diatas.

Lemak yang terkandung dalam daging domba (lamb) sulit untuk diserap oleh tubuh? - Baik untuk diet

Dalam kandungan nutrisi daging domba (lamb) terdapat lemak, namun lemak dari daging domba ini dikatakan sulit untuk diserap oleh tubuh manusia.

 

Hal tersebut disebabkan karena titik suhu mendidihnya lemak dari daging domba (lamb) lebih tinggi dari suhu tubuh manusia, sehingga sulit untuk larut dan dicerna untuk diserap kedalam tubuh manusia. Lemak yang tidak terserap oleh tubuh akan dikeluarkan oleh manusia bersamaan dengan membuang air besar sehingga hal inilah yang membuat daging domba (lamb) dikatakan sebagai daging yang menyehatkan.

Pada daging lain seperti daging sapi maupun daging babi juga mengandung lemak, akan tetapi titik didih dari daging domba (lamb) memiliki nilai yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan daging lain. Terutama untuk daging ayam dan daging babi memiliki titik didih yang rendah jika dibandingkan dengan suhu tubuh manusia.

 

Selain itu, daging domba (lamb) memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang selain memiliki fungsi untuk mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh juga mencegah adanya pembekuan darah dan penyempitan pembuluh nadi serta memiliki khasiat yang dapat menurunkan tekanan darah.

 

Selain dari kandungan diatas daging domba (lamb) juga memiliki kandungan asam lemak jenuh seperti asam palmiat dan asam stearat yang memiliki khasiat sebagai sumber energi tubuh. Jika mengonsumsi dalam jumlah yang terlalu banyak akan menyebabkan obesitas, akan tetapi jika mengonsumsi dalam jumlah yang tepat akan menambahkan kolesterol baik (HDL) dalam tubuh dan berkhasiat untuk mencegah pendarahan otak.

Mari simak manfaat dari L-Carnitine! - nutrisi yang dapat membakar lemak dalam tubuh

Daging domba (lamb) memiliki nilai tambah yaitu terdapat kandungan asam amino yang disebut L-carnitine. Kandungan L-carnitine ini dapat membantu pembakaran lemak dalam tubuh.

 

Jumlah L-carnitine yang diproduksi dalam tubuh manusia menurun seiring bertambahnya usia, hal ini menyebabkan sulitnya membakar lemak dalam tubuh sehingga mengakibatkan penumpukan lemak dalam tubuh yang berujung pada obesitas.

 

Dengan mengonsumsi L-carnitine yang terkandung dalam daging domba (lamb) akan melancarkan pembakaran lemak dalam tubuh yang mencegah penumpukan lemak visceral (lemak organ dalam) dan lemak subkutan (lemak dibawah kulit) pada tubuh. Oleh karena itu daging domba (lamb) memiliki khasiat yang dapat mencegah penyakit tertentu yang disebabkan oleh pola hidup manusia termasuk obesitas sehingga cocok bagi yang sedang menjalankan diet.

Lain dari hal-hal yang telah disebutkan, bahwa khasiat L-carnitine juga dapat meningkatkan stamina, pemulihan tubuh akibat kelelahan, meningkatkan kinerja otak dan lain sebagainya.

Nutrisi zinc, zat besi, copper (Cu) dan lainnya - Khasiatnya dapat mencegah anemia

Daging domba (lamb) mengandung mineral seperti zinc, zat besi (Fe), dan copper (Cu). Nutrisi ini memiliki kesamaan dalam khasiatnya yaitu mencegah anemia atau kekurangan darah.

3 mineral yang terkandung yaitu zinc, zat besi (Fe) dan copper (Cu) dalam daging domba (lamb) lebih banyak jika dibandingkan dengan daging sapi dan daging babi. Terutama untuk zinc, memiliki 2 kali lipat kandungan lebih banyak dari pada daging sapi dan 3 kali lipat lebih banyak dari daging babi.


 

Mineral zinc memiliki khasiat penting untuk membuat perasa pada bagian lidah dan menjaga fungsi perasa tetap normal. Selain itu zinc juga berperan penting dalam perpaduan enzim dan protein namun jika kekurangan mineral zinc, akan menghambat produksi sel darah merah yang berakibat pada anemia atau kekurangan darah.

 

Untuk kandungan zat besi (Fe) merupakan zat besi berjenis heme iron yang mudah diserap oleh tubuh sehingga cenderung menjadi komponen utama untuk darah dan untuk kandungan copper (Cu) sendiri membantu zat besi untuk diserap oleh tubuh.

 

Daging domba (lamb) memiliki kandungan nutrisi yang berhubungan dengan pencegahan anemia seperti protein, vitamin B12, asam folat dan lain sebagainya sehingga memiliki keutamaan dalam mencegah anemia.

Protein yang membuat tubuh kita - memiliki khasiat meningkatkan daya tahan tubuh

Daging domba (lamb) tentunya memiliki kandungan protein. Walau kandungannya tidak sebanyak daging babi, namun nilai protein yang terkandung dalam daging domba (lamb) hampir sama dengan yang terkandung dalam daging paha ayam.

 

Protein merupakan nutrisi pembentuk penting yang memiliki fungsi untuk menyusun bagian tubuh kita seperti otot, organ tubuh, kulit, rambut, kuku dan sebagainya sehingga berperan sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

 

Selain membentuk tubuh kita juga memiliki khasiat dalam meningkatkan daya tahan tubuh serta menjadi bahan baku hemoglobin bagi sel darah merah sehingga dapat mengantarkan oksigen keseluruh tubuh.


 

Jika tubuh kekurangan protein akan menyebabkan kulit kasar, kelemahan otot serta juga berkaitan dengan anemia dan kelelahan.

Daging domba (lamb) dapat dimakan dengan tingkat kematangan rare? - Cara yang baik untuk memanggang dan mengetahui kondisi kematangan daging

Daging domba (lamb) di Jepang dikonsumsi dengan cara masak “Genghis Khan (Jingiskan)” dan merupakan cara makan yang paling terkenal disana, namun terdapat juga cara makan seperti lamb chop (boned), shabu-shabu, memasak dengan bumbu jahe (Shogayaki) dan lain sebagainya.

 

Dalam hal memasak daging domba (lamb) dirumah akan sulit untuk mengetahui kondisi kematangan daging, dan anda akan penasaran apakah daging domba (lamb)  juga dapat dimakan dalam kondisi kematangan rare seperti halnya dengan daging sapi.


 

Memasak daging domba (lamb) dengan bagian yang tebal seperti lamb chop dan jika bagian dalam daging terebut sudah berubah menjadi warna merah muda (rose) merupakan tanda di mana daging tersebut sudah dapat dimakan. Memanggang terlalu lama dapat menjadikan daging menjadi keras, sehingga waktu yang tepat dalam mengangkat daging yang sedang dipanggang adalah di mana anda masih merasakan kekenyalan daging tersebut saat ditekan.


 

Banyak yang beranggapan bahwa daging domba (lamb) dapat dimakan dalam kondisi setengah matang, namun dalam hal memasak daging domba (lamb) dirumah hal tersebut menjadi risiko sehingga hindari daging yang masih tergolong mentah.


 

Daging domba (lamb) ini jika sudah dingin minyak didalamnya akan mengeras dan membuatnya tidak lezat, sehingga santaplah selagi masih hangat.

Gaya Hidup

Seperti kebiasaan masyarakat Indonesia sejak dahulu kala, salah satu olahan daging yang favorit adalah daging kambing. Tetapi oleh karena kemiripan dan manfaat yang lebih banyak terkandung dalam daging domba (lamb), dibandingkan daging kambing, maka banyak masyarakat Indonesia yang mulai beralih mengkonsumsi daging domba (lamb). Salah satu di antaranya, selain manfaat yang lebih baik, ditambah dengan tidak begitu adanya bau khas tersebut dan banyaknya ketersediaan daging domba (lamb) di pasaran yang di dorong oleh berkembangnya pengetahuan masyarakat Indonesia yang peduli akan kesehatan.

 

Selain itu, jika daging domba (lamb) dimakan dengan makanan sampingan seperti acar (oshinko) dan the hijau (ocha) akan lebih memberikan manfaat lagi bagi tubuh kita. Acar (oshinko) yang disediakan bukan hanya sebagai pajangan atau penambah rasa sedap tetapi mengandung sulfide methylallyl dan asam amino sulfur yang ternyata ampuh untuk menetralisir kolesterol jahat (LDL) yang terkandung dalam makanan sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).

 

Sedangkan seduhan minuman teh hijau (ocha) dapat mencegah penyerapan lemak di saluran pencernaan, membantu proses eksresi, membersihkan usus, dan juga bermanfaat untuk mencegah penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri kita.